Waktu terus berjalan. hingga tak terasa 6bulan berjalan saat itu. sang anak perempuan itu mulai mengalami ganguan-ganguan penyakit. sang anak lelaki itu tetap tak mau angkat bicara oleh masalah ini.
sampai pada suatu hari anak lelaki ini masuk rumah sakit. sang anak perempuan merasa aneh. karna sepengetahuannya anak lelaki itu tak mempunyai penyakit. sang anak lelaki itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. sang anak perempuan itu menjaga anak lelaki itu sampai dia sadar. namun, entah mengapa banyak sekali perubahan pada anak lelaki itu. sampai sebuah vonis menyakitkan datang dari mulut sang dokter. "maaf, anak lelaki anda terkena Leukimia dan itu sudah sangat menyebar. jadi, kemungkinan untuk hiduplama pun sangat kecil." "tuhan, cobaan apa lagi yang kau beri pada cinta kami. tuhan, engkau hancurkan hatiku." kata sang perempuan.
sang anak lelaki sepertinya sudah mengetahui apa yang meninpanya sejak lama.
sang anak perempuan merawat sang anak lelaki itu tanpa memperdulikan lelahnya atau apapun. yang dia inginkan hanya anak lelaki itu kembali sehat.
sampai batasnya, anak perempuan itu pun kelelahan dan ambruk. dia pun masuk rumah sakit yang sama dengan anak lelaki itu. tuhan selalu memberikan cobaannya pada mereka.
penyakit ginjal sang anak perempuan itu sudah sangat parah. dan jika ia tak secepatnya mendapatkan donor, ia bisa meninggal karna tidak kuat. sepertinya pun tuhan memberi jalan keluar yang sulit.
sang anak lelaki itu menawarkan ginjalnya pada anak perempuan itu namun, apa ia bisa bertahan dengan satu ginjal untuk melawan leukimianya? sang anak perem[uan itu menolak mentah-mentah. "biar aku saja yang mati, kau tak boleh mati dulu." kata sang anak perempuan. "tidak, aku sudah tak memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama. biarlah kau yang memakaiya. agar aku tetap hidup didalam tubuhmu. agar aku tak menyesal dikemudian hari. dan agar cintaku padamu tetap abadi. aku mohon terimalah. biarlah aku yang pergi. asalkan kau tetap hidup untukku dan semuanya." kata sang anak lelaki itu di hadapan keluarga mereka berdua. kedua anak itu berpandangan lalu berpelukan. sang perempuan menangis antara terharu dan sedih akhirnya cintanya terbalas, namun beginikah caranya?
akhirnya pada hari yang ditentukan mereka berdua melakukan operasi cangkok ginjal.
operasi itu hampir saja gagal namun, keajaiban tuhan pun datang. akhirnya operasi itu pun sukses. namun, anak lelaki itu sudah tidak kuat. ia hanya bertahan beberapa jam untuk menggucapkan selamat tinggal pada sang anak perempuan itu.
kini hari-hari sang anak perempuan itu berwarna. namun, terkadang ia kesepian. meridukan sang anak lelaki yang tersenyum, yang bermain bersama, yang tertawa bersama. dan sepenuh kekuatannya dan dorongan dari sang anak lelaki yang sudah tak ada itu. sang anak perempuan itu tetap tersenyum menghadapi dunia. melihat betapa indahnya dunia. ia terus menginggat pesan sang anak lelaki. "kalau kau merindukanku tataplah langit biar langit yang menyampaikannya padaku."
kalian percaya bahwa cerita itu nyata? itulah kenyataan mengapa aku begitu sulit untuk menerima donor itu. mengapa aku begitu sulit untuk mengambil keputusan.
Anak perempuan : Sana-chan as me.
Anak lelaki : Ryu-kun as Randy.
*nangis*
BalasHapusTerharu aku.... T.T
terharu kenapa say?
BalasHapuswoooaa... mantap~ TT.TT
BalasHapus@Nana: hahaha? apanya?
BalasHapus